Wednesday, October 19, 2011

Pentas Seni Musik Tradisional Oglor di Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta

Suatu kebanggaan bagi Sanggar Seni Dwijo Budoyo Ngadirojo Pacitan yang dipimpin oleh bapak M.Kasim diundang oleh Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta dalam rangka WORKSHOP DAN FESTIVAL MUSIK TRADISI yang diadakan pada tanggal 19 - 20 November 2011 di Yogyakarta. Dalam kesempatan ini, Dwijo Budoyo mementaskan Musik Tradisional asli Wonokarto kecamatan Ngadirojo, yaitu " OGLOR "

Berikut sekilas tentang Seni Musik Tradisional "OGLOR"
---------------------------------------------------------------------------

Pendahuluan

Seni merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia dari masa kemasa. Baik orang tua , remaja maupun anak –anak, si kaya si miskin, di kota maupun yang berada di pedesaan.

Meskipun seni selalu mengalami perubahan, selaras dengan oerkembangan ilmu-ilmu yang lain , namun seni tetap survival, berperan dalam kehidupan masyarakat. Demikian juga seni tradisi yang dinamai OGLOR. Seni Oglor ini merupakan salah satu bentuk karya seni bernafaskan Islam ,yang mempunyai nilai spesifik ,terutama bagi masyarakt suku Jawa. Lagu / tembang, syairnya terkait sangat erat, yang penyajiannya dibarengi musik pengiring, segingga musik vokal dan instrumennya luluh menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Syair lagu yang tersirat didalamnya secara harafiyah mengandung nilai pendidikan / tuntunan, terutama yang berkaitan dengan nilai keislaman , religious.sedangkan penataan lagu atau gending mempunyai nilai musical yang adi luhung. Dengan kata lain lewat seni Oglor dapat ditanamkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan,kerja sama,budi pekerti,kepribadian, ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ,serta kepekaan terhadap suara, laras,suasana dan tempo lagu.

Dengan menggarap, mengemas , memberi baju seni oglor ini , diharapkan masyarakat akan tetap mencintai budaya bangsa sendiri,senitradisi yang adi luhung, peninggalan para pendahulu bangsa.


POKOK-POKOK PENGGARAPAN

A. Jenis music tradisi : OGLOR

B. Judul karya : Ela – Elo Lahok

Judul itu diambil dari salah satu syair lagu , perubahan dari kata : La illaha ilalloh.yang artinya : Tidak ada Tuhan selain Allah

C Sinopsis : Di Desa Wonokarto, Kecamatan Ngadirojo, Kabupatan

Pacitan hidup seni musik tradisi yang bernama OGLOR. Pada awal keberadaannya, berfungsi sebagai upacara ritual, misalnya untuk acara nyapih, mitoni, sunatan, tingkeban dll.Karena perkembangan zaman, berubah fungsi sebagai seni hiburan.

D.Latar belakang : Tidak dapat dipungkiri Seni tradisi sudah tidak akrap lagi dengan masyarakat , terutama generasi muda. Demikian juga terhadap seni OGLOR. Kalau seni tradisi hanya berjalan ditempat, statis niscaya akan ditinggalkan masyarakat.Pada saatnya nanti akan menjadi penghuni museum saja ( mudah-mudahan tidak ). Dengan kepedulian Pemerintah,kreatifitas seniman(menata, mengemas,menambah jenis alat music) diharapkan music tradisi akan kembali diminati masyarakat luas.

E. Tujuan : Menata , memberi roh seni music tradisi agar tetap

lestari , berkembang sejajar dengan perkembangan seni yang lain.

F. Tema : Berorientasi pada seni yang bernafaskan Islami,dengan syair lagu yang berisi tuntunan, pendidikan , agar manusia menjauhi per buatan keji dan mungkar, melaksanakan kebaikan,baik kepada Tuhan, sesama manusia maupun kepada lingkungan.

G. Pendukung / Penyaji :

1. M.Kasim :

· Penata musik (voca / instrument)

· Koordinator

2. Anang W. : Penyaji , penata busana, koreografi

3. Sarpono : Penyaji

4. Senen : Penyaji

5. Jaman : Penyaji

6. Maryono : Penyaji

7. Tumiran : Penyaji

8. Tumijo : Penyaji

H. Tata busana : Celana panjang, baju lengan panjang,kain panjang, Serban di kepala

I. Alat musik : Terbang besar 4 buah , kendang 1 buah, rebana, tamborin bonang 2 buah , kempul 1 buah.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment